Bagaimana bisa,
darah ku saling bersahutan
menyortir sesesap demi sesesap rindu yang menggagu
menggebu minta kamu?
Waktu,
kapankah engkau membisiki magis mu
menciptakan lagi
harum hujan yang sama
saat kali terakhir kami bercumbu?
Bibir ku mulai kelu
mengulum rindu yang terlalu bernafsu.
Sudah kan saja lah, Waktu,
biarkan aku
kembali bercumbu. Lagi.
14 januari 2012
No comments:
Post a Comment