Sayang, bukannya aku tak mencintaimu
Sendiku ini hanya terhubung oleh kecintaan mu
Ragaku juga hanya terbangun oleh gelora mempertahankan mu
Hanya kamu.
Sayang, bukannya aku tak mencintaimu
Hanya saja aku tak sudi
Para pemegang tiang mu yang rapuh makin sini makin hina
Sekarang para petinggi yang agungkan mu
Hanya ingin sejahteranya sendiri
Tak lebih.
Sayang, bukannya aku tak mencintaimu
Tapi bisa apa aku?
Lagipula, tetangga mu menawarkan kenyamanan yang lebih pasti
Keamanan, kejujuran, kepedulian
Bisa apa aku?
Sayang, maafkan aku.
Aku harus pergi.
Sekarang,
Selamanya.
6 desember 2011
No comments:
Post a Comment