Akankah kembali kau tautkan jemarimu?
meluruhkan segala tanya yang mengeruh
segala rindu yang bergemuruh.
Nyaliku bahkan ciut..menyumput.
Enggan bersenda tawa lagi dengan segala bingungku.
Rerindu yang melekat pada dinding tenggorokan ini terasa begitu nyata
begitu jumawa.
Maukah semesta mengizinkan ku barang sejenak?
mengecup kembali bebau manis mu sekejap..
Atau bahkan merengkuh kesendirian mu yang begitu lekat.
Ingin rasa ku teriakkan
Aku disini. mencintaimu (masih).
Merindukan setiap bulir detik yang tersia untuk mu
Merindukan setiap tunggu akan jemu
Merindukan sendu yang begitu familiar, kelu, menenangkan.
Dimanakah kau sekarang?
Masihkah merindu ku setangguh aku merindumu?
Berjemu dengan kemonotonan yang itu-itu saja?
Atau bahkan mungkin,
semua telah kau bungkus erat
Dalam almari memoar yang lalu kau lenyapkan?
Tak ada lagi aku, kita, kamu
Dulu. Nanti.
Kembalilah...
januari, 2014
No comments:
Post a Comment